Bab 05: Bermain Operator JavaScript Biar Logikanya Jalan

Kalau kamu pernah ngerasa kayak lagi ngobrol sama komputer tapi dia malah bengong terus, mungkin bukan karena dia bodoh, tapi karena logika kamu belum nyambung ke bahasanya. Nah, di sinilah operator JavaScript masuk sebagai jembatan cinta antara otak manusia dan mesin yang cuma ngerti 0 dan 1.
Operator itu kayak bumbu dapur: kalau nggak pakai, masakan kamu bakal hambar. Tapi kalau salah takar? Bisa-bisa user kabur duluan sebelum halaman web nya kelar loading.
Di bab ini, kita bakal bahas semua jenis operator JavaScript yang sering dipakai dari yang simpel kayak tambah-kurang, sampai yang bikin kepala mikir dua kali kayak perbandingan tipe data. Tenang aja, kita nggak bakal pake istilah teknis berat kayak “polimorfisme dinamis” atau “evaluasi short-circuit dengan coercion implisit” kita fokus ke logika yang jalan, bukan logika yang muter-muter.
Yuk, main bareng operator biar kode kamu nggak cuma jalan… tapi juga nyambung!
Apa Itu Operator dalam JavaScript
Pengertian operator
Operator itu simbol atau kata kunci yang dipakai buat melakukan operasi pada satu atau lebih nilai (yang disebut operand). Misalnya, tanda + itu operator penjumlahan. Kalau kamu nulis 3 + 5, maka 3 dan 5 adalah operand, dan + adalah operatornya.
Fungsi operator dalam program
Tanpa operator, program cuma bisa nyimpen data doang—nggak bisa ngitung, nggak bisa bandingin, apalagi ambil keputusan. Operator bikin program jadi hidup: bisa hitung diskon, cek usia user, atau bahkan tentuin apakah kamu layak dapat “Selamat Datang Kembali!” atau malah “Kamu udah login 17 kali hari ini, tolong istirahat dulu, Bos.”
Operator Aritmatika (Arithmetic Operators)
Operator aritmatika adalah teman setia waktu kamu butuh ngitung sesuatu—mirip kalkulator, tapi versi yang bisa dikasih kopi virtual.
Penjumlahan dan pengurangan
+→ tambah-→ kurang
Contoh:
let total = 10 + 5; // 15
let sisa = total - 3; // 12Hati-hati! Tanda
+juga dipakai buat menggabungkan string. Kalau kamu nulis"5" + 3, hasilnya bukan8, tapi"53"! JavaScript mikir: “Ah, mending jadiin string aja, biar aman.” (Ya, dia overprotective.)
Perkalian, pembagian, dan modulus
*→ perkalian/→ pembagian%→ modulus (sisa bagi)
Contoh:
let luas = 6 * 4; // 24
let rata = 20 / 4; // 5
let ganjil = 7 % 2; // 1 → karena 7 dibagi 2 sisanya 1Modulus sering dipakai buat cek angka genap/ganjil:
if (angka % 2 === 0) {
console.log("Genap!");
}Increment dan decrement
++→ tambah 1--→ kurang 1
Contoh:
let counter = 0;
counter++; // jadi 1
counter--; // balik lagi ke 0Tips:
++countervscounter++beda! Yang pertama langsung naik dulu baru dipakai, yang kedua dipakai dulu baru naik. Nggak penting banget buat pemula, tapi kalau udah kerja nanti bakal ketemu—dan mungkin bakal bikin kamu garuk-garuk kepala jam 2 pagi.
Operator Assignment
Penggunaan operator =
Ini bukan “sama dengan” dalam arti matematika ini penugasan. Artinya: “Simpen nilai ini ke variabel itu.”
let umur = 25; // Simpen angka 25 ke variabel umurAssignment gabungan (+=, -=, dll)
Biarkan JavaScript kerja lebih sedikit (dan kamu juga):
let skor = 100;
skor += 10; // sama dengan skor = skor + 10 → jadi 110
skor -= 5; // jadi 105
skor *= 2; // jadi 210
skor /= 3; // jadi 70Ini kayak bilang: “Tambahin aja sendiri, aku capek mikir.”
Operator Perbandingan (Comparison Operators)
Operator ini nggak ngitung tapi ngecek. Hasilnya selalu true atau false. Cocok buat bikin keputusan: “Kalau usia ≥ 17, boleh nonton film horror. Kalau nggak, tonton kartun aja.”
Sama dengan dan tidak sama dengan
==→ sama nilai (tapi abaikan tipe) → hindari!===→ sama nilai dan tipe → pakai ini!!=dan!==→ kebalikannya
Contoh:
5 == "5" // true (JavaScript: “Ah, mirip lah.”)
5 === "5" // false (JavaScript: “Nggak, beda tipe! Jangan bohong.”)Saran dariku: Selalu pakai
===dan!==. Lebih aman, lebih jelas, dan nggak bikin kamu bingung kenapa0 == falseitutrue.
Lebih besar dan lebih kecil
>,<,>=,<=→ standar kayak di matematika
if (saldo >= harga) {
console.log("Yey, beli kopi lagi!");
} else {
console.log("Air putih aja, Bos.");
}Perbandingan nilai dan tipe data
JavaScript kadang suka “nge-coerce” (ubah otomatis) tipe data pas bandingin. Contoh:
"10" > 5 // true → karena "10" diubah jadi angka 10
"2" > "10" // true → kok? Karena dibandingin sebagai string! '2' lebih besar dari '1' di urutan alfabet.Ya, ini salah satu alasan kenapa banyak developer bilang: “JavaScript itu lucu… tapi kadang lucunya bikin stress.”
Hasil Operasi Operator dalam JavaScript
Operator dan nilai boolean
Banyak operator (terutama perbandingan) menghasilkan boolean (true/false). Dan boolean itu bahan bakar utama buat:
if...elsewhileloop- Validasi form
- Dan segala sesuatu yang butuh keputusan
Contoh:
let bisaMasuk = usia >= 17; // true atau false
if (bisaMasuk) {
bukaPintu();
}Hubungan operator dengan logika program
Tanpa operator, program kamu cuma bisa bilang:
“Halo.”
“Terima kasih.”
“Selamat tinggal.”
Tapi dengan operator, dia bisa bilang:
“Kalau kamu udah bayar, silakan masuk. Kalau belum, tolong transfer dulu—dan jangan lupa screenshot!”
Itulah logika yang jalan.
Contoh Penggunaan Operator Sederhana
Studi kasus ringan
Bayangkan kamu bikin sistem diskon:
let harga = 100000;
let punyaKupon = true;
let diskon = punyaKupon ? harga * 0.1 : 0; // operator ternary (bonus!)
let total = harga - diskon;
console.log(`Total: Rp${total}`); // Rp90000Atau validasi umur:
let umur = prompt("Berapa usiamu?");
if (umur >= 17) {
alert("Boleh nonton!");
} else {
alert("Balik lagi kalo udah cukup umur, ya!");
}Kesalahan umum saat memakai operator
- Pakai
=buat bandingin →if (x = 5)itu salah! Harusnyaif (x === 5). Yang pertama malah ngasih nilai, bukan ngecek! - Lupa tipe data → bandingin string sama angka pake
==→ hasilnya unpredictable. - Salah urutan operator →
2 + 3 * 4hasilnya 14, bukan 20! Ingat: perkalian dulu, baru penjumlahan (PEMDAS).
Salah satu bug paling mahal di dunia pernah terjadi gara-gara operator salah. Jangan jadi legenda urban berikutnya!
Operator JavaScript mungkin kelihatannya sepele tapi mereka adalah otak kecil yang bikin programmu bisa mikir, memilih, dan bereaksi. Dari hitung-hitungan sederhana sampai logika kompleks, semuanya dimulai dari simbol-simbol kecil ini.
Jadi, jangan remehkan +, -, ===, atau %. Mereka mungkin nggak sekeren framework terbaru, tapi tanpa mereka… kode kamu cuma jadi puisi kosong yang nggak ngapa-ngapain.
Terus latihan, terus eksperimen, dan jangan takut salah. Toh, error itu cuma cara JavaScript bilang:
“Bos, coba sekali lagi kali ini jangan lupa titik koma.”