Bab 06: Logika Kondisi dan Percabangan di JavaScript

— Saat Kode Mulai Bisa “Milih” Sendiri —
Pernah nggak sih kamu bayangin kalau JavaScript itu kayak teman ngobrol yang bisa nge-gas atau nge rem tergantung situasi? Nah, itulah keajaiban logika kondisi dan percabangan. Tanpa fitur ini, program kita bakal jalan lurus kayak robot tanpa otak nggak peduli hujan, macet, atau kalau kamu lupa bawa dompet!
Di bab ini, Jarvis akan bantu kamu ngerti gimana JavaScript bisa “berpikir” dan mengambil keputusan. Dari if yang simpel sampai switch yang rapi, semua dibahas dengan santai tapi tetap jelas plus dikit-dikit humor biar otak nggak kepanasan. Siap? Yuk, mulai petualangan logika kita!
Pengertian Logika Kondisi dalam JavaScript
Apa itu conditional?
Conditional (atau logika kondisi) adalah cara JavaScript mengevaluasi suatu pernyataan untuk memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Bayangkan seperti ini:
“Kalau hujan, bawa payung. Kalau nggak, pakai topi.”
Nah, di dunia coding, kalimat itu bisa ditulis jadi kode yang beneran jalan!
Peran kondisi dalam alur program
Tanpa kondisi, program cuma bisa jalan lurus dari atas ke bawah—nggak fleksibel, nggak adaptif. Dengan kondisi, program bisa:
- Menyesuaikan tindakan berdasarkan input pengguna
- Menangani error dengan elegan
- Bikin game yang responsif (misal: “kalau nyawa habis, game over!”)
Singkatnya: kondisi bikin kode punya jiwa.
Tipe Data Boolean dalam JavaScript
Nilai true dan false
JavaScript punya tipe data khusus buat logika: Boolean. Cuma ada dua nilai: true (benar) dan false (salah). Simpel, kan?
Contoh:
let lapar = true;
let kenyang = false;Boolean sebagai dasar kondisi
Setiap kali kamu nulis if (x > 5), JavaScript sebenarnya nge-cek apakah ekspresi itu bernilai true atau false. Jadi, Boolean itu kayak fondasi rumah—nggak kelihatan, tapi penting banget!
Fun fact: Di JavaScript, beberapa nilai otomatis dianggap false saat dipakai di kondisi (disebut falsy), seperti 0, "", null, undefined, dan NaN. Sisanya? true (truthy). Jadi, hati-hati ya!
Operator Logika (Logical Operators)
Operator logika bantu kamu gabungin atau balikin kondisi. Ada tiga yang wajib kamu kenal:
- AND (
&&) → Semua kondisi harustrueagar hasilnyatrue.
if (lapar && punyaUang) {
beliMakanan();
}- OR (
||) → Cukup satu kondisitrue, hasilnya udahtrue.
if (capek || bosan) {
istirahat();
}- NOT (
!) → Membalik nilai Boolean.
if (!sedangSakit) {
pergiJalanJalan();
}Bayangin AND itu kayak tim sepak bola: semua pemain harus hadir. OR itu kayak temen nongkrong: cukup satu aja dateng, acara jalan terus!
Percabangan dengan if
Struktur dasar if
Ini bentuk paling sederhana:
if (kondisi) {
// jalankan ini kalau kondisi true
}Kondisi sederhana
Contoh:
let usia = 18;
if (usia >= 17) {
console.log("Boleh nonton film dewasa!");
}Kalau kondisinya false? JavaScript cuek aja langsung lewatin blok itu. Nggak marah, nggak protes. Santai banget, ya?
Percabangan dengan if else
Alternatif kondisi
Kalau if aja, berarti cuma ada satu jalan. Tapi hidup itu penuh pilihan! Makanya, ada else:
if (uang >= 50000) {
beliKopi();
} else {
minumAirPutih();
}Alur program bercabang
Sekarang program bisa bereaksi beda tergantung kondisi. Ini namanya percabangan: satu jalan masuk, dua jalan keluar.
Bonus tip: Bisa juga pakai else if buat lebih dari dua opsi:
if (nilai >= 90) {
grade = "A";
} else if (nilai >= 80) {
grade = "B";
} else {
grade = "C";
}Percabangan Singkat dengan Ternary Operator
Bentuk ternary
Kalau kamu butuh if-else yang super ringkas, pakai operator ternary:
kondisi ? nilaiJikaTrue : nilaiJikaFalse;Contoh:
Ingat: Ternary itu kayak espresso kuat, cepat, tapi jangan diminum tiap jam. 😅
Percabangan Menggunakan switch
Cara kerja switch
Kalau kamu punya banyak kemungkinan berdasarkan satu nilai, switch lebih rapi daripada deretan if-else:
switch (hari) {
case "Senin":
console.log("Yuk, semangat kerja!");
break;
case "Sabtu":
console.log("Weekend mode: ON");
break;
default:
console.log("Hari biasa aja...");
}Perbedaan switch dan if
ifcocok buat kondisi dinamis (misal: rentang angka, perbandingan)switchcocok buat nilai pasti (string, angka, enum)
Dan jangan lupa break! Kalau nggak, JavaScript bakal jatuh ke case berikutnya—bisa kacau balau!
Menggabungkan Kondisi dalam Program
Kombinasi boolean dan logical operator
Sekarang, mari naik level! Kamu bisa gabungin kondisi pakai &&, ||, dan tanda kurung buat kontrol prioritas:
if ((usia >= 17 && punyaSIM) || (orangTuaIzin)) {
bolehNyetir();
}Contoh alur logika sederhana
Bayangkan sistem login:
if (emailValid && passwordBenar) {
if (akunAktif) {
loginBerhasil();
} else {
alert("Akunmu belum diaktifasi!");
}
} else {
alert("Email atau password salah.");
}Lihat? Dengan kombinasi kondisi, kamu bisa bikin logika yang cerdas—tapi tetap mudah di-debug.
Kamu baru saja menguasai senjata rahasia setiap developer JavaScript: logika kondisi dan percabangan. Sekarang, kode kamu nggak cuma jalan tapi juga berpikir, memilih, dan bereaksi layaknya manusia (minus drama, tentunya).
Ingat:
Program yang baik bukan yang paling rumit, tapi yang paling *tepat* merespons kondisi.”
Terus latih logika kamu, eksperimen dengan berbagai skenario, dan jangan takut salah soalnya error itu cuma cara komputer bilang, *“Coba lagi, Bos. Aku yakin kamu bisa!”