Bab 04: Menyimpan Data Pakai Variabel di JavaScript

| |
Menyimpan Data Pakai Variabel di JavaScript

Halo, calon developer hebat! Kalau kamu sampai di sini, berarti kamu udah ambil langkah pertama yang paling penting: mau belajar. Dan itu keren banget!
Di bab ini, kita nggak cuma ngomongin variabel sebagai istilah teknis kita bakal ngobrol kayak teman yang lagi ngopi bareng, sambil ngejelasin kenapa variabel itu kayak kantong ajaib dalam coding JavaScript.

Kamu nggak perlu jadi jenius matematika atau hafal semua sintaks. Yang penting: paham logikanya, terbiasa praktik, dan berani coba.

Artikel ini dirancang khusus buat kamu yang:

  • Baru mulai ngoding,
  • Pernah bingung bedain let sama var,
  • Atau cuma pengin ngecek, “Apa sih bedanya const sama yang lain?”

Tenang aja kita jalan pelan-pelan, step by step. Karena setiap programmer hebat dulu juga pernah nanya, “Ini variabel tuh buat apa, sih?”

Apa Itu Variabel dalam JavaScript?

Bayangkan variabel seperti kotak penyimpanan. Kamu bisa masukin apa aja ke dalamnya angka, teks, bahkan daftar belanjaan! Di dunia pemrograman JavaScript, variabel adalah tempat buat nyimpen data sementara biar bisa dipake atau diubah nanti.

Fungsi utamanya?
Tanpa variabel, kamu harus nulis ulang nilai yang sama berulang-ulang. Capek, kan? Dengan variabel, cukup simpan sekali, lalu panggil kapan aja. Efisien, rapi, dan mudah dikelola.

Cara Membuat Variabel di JavaScript

Membuat variabel di JavaScript itu gampang banget. Cukup tulis keyword (nanti kita bahas ini), kasih nama, lalu isi nilainya pake tanda =.

Contoh:

JavaScript
let umur = 25;

Kamu juga bisa mengubah nilai variabel kapan saja:

JavaScript
umur = 26; // Sekarang umurnya berubah!

Ingat: JavaScript fleksibel. Tapi jangan sampai lupa, ubah nilai sesuai logika programmu ya!


Keyword var dalam JavaScript

Dulu, var itu satu-satunya cara bikin variabel di JavaScript. Sekarang masih bisa dipakai, tapi udah mulai ditinggalin karena beberapa “keanehan” perilakunya.

Cara kerja var:

  • Bisa di-deklarasikan ulang.
  • Hoisting-nya unik (nilai bisa dipanggil sebelum deklarasi, meski hasilnya undefined).
  • Scope-nya function-scoped, bukan block-scoped.

Contoh “aneh” var:

JavaScript
console.log(x); // undefined (bukan error!)
var x = 10;

Karena sifatnya yang kurang intuitif, banyak developer modern lebih pilih let atau const.


4. Keyword let dalam JavaScript

let hadir sebagai solusi dari kekurangan var. Lebih aman, lebih jelas.

Perbedaan utama let vs var:

  • let tidak bisa di-deklarasikan ulang dalam scope yang sama.
  • let punya block scope → artinya cuma hidup di dalam {} tempat dia dibuat.

Contoh:

JavaScript
if (true) {
  let pesan = "Halo!";
}
console.log(pesan); // ❌ Error! 'pesan' nggak dikenal di luar blok

Ini bikin kode lebih terprediksi dan minim bug.


Keyword const dalam JavaScript

Kalau let buat nilai yang bisa berubah, const buat nilai yang nggak boleh berubah setelah pertama kali diisi.

Fungsi const:

  • Buat konstanta: nilai tetap kayak PI, URL API, atau nama aplikasi.
  • Bikin kode lebih aman karena mencegah perubahan tak disengaja.

Aturan penting:

  • Harus langsung diisi saat dideklarasikan.
  • Nggak bisa di-reassign (tapi objek/array di dalamnya tetap bisa diubah isinya!).

Contoh:

JavaScript
const PI = 3.14159; // ✅ Benar
const USER;         // ❌ Error! Harus langsung diisi

Perbedaan var, let, dan const — Mana yang Dipilih?

Fiturvarletconst
Bisa diubah?YaYaTidak*
Bisa di-deklarasi ulang?YaTidakTidak
ScopeFunctionBlockBlock
HoistingYa (undefined)Ya (error)Ya (error)

*Catatan: Untuk objek/array, kontennya tetap bisa diubah meski pakai const.

Kapan pakai apa?

  • Gunakan const secara default — kecuali kamu yakin nilainya bakal berubah.
  • Pakai let kalau nilai memang perlu di-update (misal: counter, status loading).
  • Hindari var kecuali kamu maintenance kode lama.

Aturan Penamaan Variabel JavaScript

JavaScript punya aturan ketat soal penamaan variabel:

Boleh:

  • Huruf (a–z, A–Z)
  • Angka (0–9) — tapi nggak boleh di awal
  • Garis bawah (_) dan dolar ($)
  • Contoh valid: namaUser, _temp, $harga, user1

Nggak boleh:

  • Spasi, tanda baca (!, @, #, dll)
  • Dimulai angka: 1user → ❌
  • Kata kunci JavaScript: let, const, function, dll

Case sensitive!
Nama dan nama itu beda. Jadi, konsisten pakai gaya penulisan—biasanya camelCase (namaLengkap, totalHarga).


Praktik Penggunaan Variabel

Mari lihat contoh nyata:

JavaScript
const nama = "Bos";
let skor = 0;

skor = skor + 10; // Update skor
console.log(`Halo, ${nama}! Skor kamu: ${skor}`);
// Output: Halo, Bos! Skor kamu: 10

Kesalahan umum pemula:

  1. Lupa deklarasi → langsung umur = 20 tanpa let/const.
  2. Salah kapitalisasi → Nama vs nama.
  3. Reassign constconst x = 5; x = 10; → ❌
  4. Pakai spasi di nama variabel → let nama lengkap → ❌

Tips: Aktifkan strict mode ("use strict";) biar error muncul lebih cepat!

Variabel mungkin kelihatannya simpel, tapi dia adalah batu bata pertama dalam bangunan logika programmu. Pahami bedanya var, let, dan const, terapkan aturan penamaan yang baik, dan selalu mulai dengan const kecuali ada alasan kuat untuk berubah.

Nanti, pas kamu kerja bareng tim atau baca kode orang lain, kebiasaan baik ini bakal bikin hidupmu jauh lebih mudah.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *