Bab 02: Cara Menulis Syntax JavaScript

| |
Cara Menulis Syntax JavaScript

Kalau kamu pernah merasa coding itu kayak ngomong ke alien yang cuma ngerti ya atau tidak, tenang karena kamu nggak sendirian. JavaScript, meski terdengar keren kayak nama agen rahasia, sebenarnya cuma bahasa pemrograman yang mau diajak ngobrol sama browser mu. Tapi, seperti halnya ngobrol sama mantan, syntax javascript harus benar dan kalau nggak, browser bakal bingung dan malah error di tengah jalan.

Di bab ini, kita nggak bakal langsung nyemplung ke dunia async/await atau closure yang bikin kepala muter. Kita mulai dari dasar gimana cara nulis kode JavaScript yang bener, rapi, dan nggak bikin komputer nge hang pas lagi nonton drama Korea. Siapkan kopi atau teh tawar kalau kamu tipe minimalis, karena kita bakal jalan-jalan santai keliling dunia di seri belajar JavaScript untuk pemula.

Pengenalan Syntax JavaScript

Syntax JavaScript itu kayak tata bahasa buat ngomong ke komputer. Kalau kamu nulis “console.log(‘Halo Dunia!’)” dengan huruf kecil semua, browser ngerti. Tapi kalau kamu nulis “Consol.log(‘Halo Dunia!’)” eh, typo dikit doang, browser bakal jawab:

“Uncaught ReferenceError: Consol is not defined”

Jadi, syntax = aturan main. Tanpa aturan, coding jadi kayak grup WA tanpa admin, dijamin chaos total.

Browser punya mesin khusus (namanya JavaScript engine, contohnya V8 di Chrome) yang baca kode JavaScript mu baris per baris. Ia nggak nebak-nebak, nggak maklum, apalagi ngasih second chance. Kalau ada kesalahan syntax, eksekusi berhenti. Jadi, pastikan kode mu rapi kayak tempat tidur pas mau difoto buat Instagram.

Struktur Dasar Kode JavaScript

Statement dalam JavaScript

Statement itu perintah tunggal. Misalnya:

JavaScript
let nama = "Apikabe";

Itu satu statement. Artinya:

“Hai, buat variabel bernama nama dan isi dengan Apikabe.”

Simple, kan?

Urutan Eksekusi Statement

JavaScript jalan dari atas ke bawah. Jadi kalau kamu tulis:

JavaScript
console.log(salam);
let salam = "Halo!";

Browser bakal protes:

“Can’t access lexical declaration ‘salam’ before initialization.”

Ibaratnya jangan suruh orang baca surat sebelum kamu kirim amplopnya. Kesalahannya yaitu mencoba mengakses variabel sebelum ia dideklarasikan (meski pakai let, yang terkena temporal dead zone).

Nah, contoh yang benar begini:

JavaScript
let salam = "Halo!";
console.log(salam); // Output: Halo!

Atau kalau mau lebih natural dalam alur program:

JavaScript
// 1. Deklarasi dulu
let pesan = "Selamat belajar JavaScript, Bos!";

// 2. Baru tampilkan
console.log(pesan);

Kenapa ini benar?
Karena JavaScript mengeksekusi kode secara berurutan dari atas ke bawah. Jadi, pastikan:

  • Variabel didefinisikan dulu,
  • Baru dipakai di baris-baris setelahnya.

Kalau kamu pakai var (yang jarang disarankan sekarang), aturannya sedikit berbeda karena hoisting, tapi dengan let dan const yang kita pakai di era modern urutan itu penting banget.

Case Sensitivity pada JavaScript

JavaScript itu case-sensitive, artinya:

  • Nama, nama, dan NAMA itu tiga variabel yang berbeda.
  • Console.log() console.log() yang pertama? Error. Yang kedua? Jalan mulus. Jadi, jangan asal main kapital-kapital. Ini bukan judul lagu dangdut.

Menulis Statement JavaScript

Single Statement

Satu baris, satu perintah:

JavaScript
alert("Selamat datang, Bos!");

Multiple Statement

Bisa juga nulis banyak perintah dalam satu baris (tapi jangan sering-sering, nanti susah dibaca):

JavaScript
let x = 5; let y = 10; console.log(x + y);

Pemisah Statement (;)

Titik koma (;) itu kayak titik di akhir kalimat. Di JavaScript, opsional tapi disarankan dipakai biar kode rapi dan nggak bikin developer lain mikir, “Ini maksudnya apa sih?”
Contoh baik:

JavaScript
let usia = 25;
console.log("Usia saya:", usia);

Blok Kode JavaScript

Penggunaan Kurung Kurawal {}

Kurung kurawal {} dipakai buat mengelompokkan beberapa statement jadi satu blok. Misalnya:

JavaScript
{
  let pesan = "Ini blok kode!";
  console.log(pesan);
}

Blok Kode pada Conditional dan Loop

Biasanya muncul di if, for, while, dll:

JavaScript
if (jam > 12) {
  console.log("Waktunya makan siang!");
}

Tanpa {}, cuma statement pertama yang dianggap bagian dari kondisi. Jadi, jangan pelit kurung kurawal—itu bukan boros, itu profesional!


Komentar dalam JavaScript

Komentar Satu Baris

Pakai //:

JavaScript
// Ini komentar, browser nggak baca
console.log("Tapi ini dijalankan");

Komentar Multi Baris

Pakai /* ... */:

JavaScript
/*
Ini komentar panjang.
Bisa buat jelasin fungsi rumit,
atau curhat soal mantan.
*/

Fungsi Komentar dalam Kode

  • Jelasin logika kode
  • Nonaktifkan sementara kode (debugging)
  • Kasih catatan lucu buat tim:
JavaScript
  // TODO: Ganti ini sebelum bos marah

Praktik Penulisan Syntax yang Benar

Contoh Penulisan Syntax Sederhana

JavaScript
// Program sapaan sederhana
let nama = "Bos";
let waktu = new Date().getHours();

if (waktu < 12) {
  console.log(`Selamat pagi, ${nama}!`);
} else {
  console.log(`Selamat siang/sore/malam, ${nama}!`);
}

Kesalahan Umum dalam Penulisan Syntax

  1. Lupa tanda kutip:
    console.log(Halo);
    console.log("Halo");
  2. Kurang kurung kurawal:
    if (x > 5) console.log("OK") console.log("Lanjut");
    ✅ Pakai {} biar jelas mana yang termasuk blok.
  3. Typo variabel:
    conosle.log("Ups");
    console.log("Yey!");
  4. Lupa titik koma (opsional, tapi tetap waspada)
    Bisa aman di satu file, tapi error di proyek besar karena ASI (Automatic Semicolon Insertion) kadang nggak sesuai ekspektasi.

Nah, sekarang kamu udah paham gimana cara nulis JavaScript yang nggak bikin browser ngamuk. Ingat: syntax itu kayak resep masakan kurang garam dikit aja, rasanya bisa ancur. Tapi bedanya, di coding kamu bisa undo, coba lagi, dan nggak perlu bayar bahan makanan tiap gagal.

Terus latihan, jangan takut salah. Toh, error itu cuma cara komputer bilang, “Ayo, coba lagi, aku percaya kamu bisa!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *